Sastra dan politik di Indonesia tahun 1960-an; dokumentasi konflik antara LEKRA, lembaga kebudayaan Partai Komunis Indonesia, dan mereka yang menentang pandangannya terutama para penulis, pelukis, seniman yang telah menandatangani Manifes Kebudayaan (Manikebu) atau manifesto budaya.
Penekanan seluruh isi buku ini adalah pada sejarah rakyat Indonesia. Baik cerita sejarah politik maupun permasalahan sosial, budaya, dan ekonomi dibahas di dalamnya. Bab kepustakaan dimasukkan untuk memudahkan para pembaca menemukan hasil-hasil karya ilmiah yang paling mutakhir dalam masalah ini.
Amboi, umpama saya ada kesempatan memberikan sepuluh kali lebih banyak teori tentang soal wanita daripada ini. saya akan berikan ! Sebab, ngawurlah orang yang bergerak tidak dengan teori! "Teori takdisertai perbuatan, tiada tujuan, perbuatan tidak dipakai teori, tiada berarah tujuan ... Lebih jitu lagi orang boleh berkata, bahwa teori takdengan perbuatan, mati, perbuatan takdengan teori, ngawur!""
Buku ini merangkum perjalanan hidup Sukarno mulai sejak masih kecil hingga wafat dan berupaya menempatkan Sukarno sebagai manusia yang lengkap. Selain itu, buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan cara cerita yang menarik. Dramatisasinya membuat pembaca terbawa untuk menyelami kehidupan Sukarno yang berliku-liku.